Mahasiswa Korea Pun Terpukau Mendengar Puisi Taufiq Ismail

Senin, 23 Oktober 2017. Di penghujung Oktober yang sejuk, Taufiq Ismail mengunjungi Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) untuk menyampaikan ceramah mengenai ‘Cinta Tanah Air dalam Puisi dan Lirik Lagu Indonesia’. Ceramah dijadwalkan mulai pukul 18.00 dan sejak 30 menit sebelumnya, kursi-kursi mulai diisi oleh para pendengar yang sebagian besar merupakan mahasiswa jurusan Bahasa Melayu-Indonesia. Taufiq Ismail datang tepat waktu pada pukul 18.00 didampingi oleh Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi, beserta dosen-dosen HUFS dan beberapa pegawai KBRI.

 

Acara dibuka pada pukul 18.10 dengan kata sambutan dari kepala jurusan Bahasa Melayu-Indonesia HUFS, dosen HUFS, serta duta besar. Selain pembahasan mengenai kerja sama antara Korea dan Indonesia yang sudah berlangsung baik selama puluhan tahun, ada pula penyerahan buku kumpulan puisi Debu di Atas Debu oleh Taufiq Ismail kepada perwakilan dosen HUFS. Buku kumpulan puisi ini telah diterbitkan dalam bentuk dwibahasa Indonesia-Korea oleh penerbit Horison dengan penerjemah Bahasa Korea Lee Yeon.

 

Taufiq Ismail membuka ceramahnya dengan menjelaskan betapa pedihnya zaman penjajahan Belanda selama 350 tahun dan betapa banyak karya sastra yang muncul di zaman itu. Beliau menyampaikan 3 puisi dan 7 lagu yang menjadi simbol cinta tanah air dan bertahan hingga saat ini. Beliau pun membacakan puisi-puisi berjudul “Indonesia Tumpah Darahku”, “Diponegoro”, dan “Pahlawan Tak Dikenal”. Setelah pembacaan puisi-puisi tersebut, beliau memperkenalkan 7 lagu patriotik lain dan memutarkannya.

 

Di akhir ceramah, Taufiq Ismail memperkenalkan buku kumpulan puisinya yang diterjemahkan oleh Lee Yeon, seorang dosen di HUFS. Beliau juga membacakan puisinya berjudul Panmunjeom yang merupakan puisi terpanjang yang ada di buku tersebut. Puisi itu ditulis berdasarkan pengalaman Taufiq mengunjungi Korea Selatan pada tahun 1970.

 

*acara ini juga diliput oleh MetroTV: http://m.metrotvnews.com/video/metro-news/MkMMlmwk-puisi-taufiq-ismail-bergema-di-negeri-ginseng

 

Margareth Theresia

Jurusan Sastra Klasik Korea, Kyung Hee University