Hackathon Merdeka 3.0 Korea

Hackathon_KBRI_Seoul – Sabtu, 5 Desember 2015, segenap WNI yang berada di Korea Selatan berkumpul menghadiri Hackathon Merdeka 3.0 Korea yang berlangsung di KBRI Seoul. Hackathon Merdeka merupakan rangkaian kompetisi yang memberikan tantangan bagi komunitas IT Indonesia untuk membantu memecahkan berbagai permasalahan yang tanah air hadapi. Hackathon Merdeka 3.0 ini mengangkat tema pemberantasan korupsi dengan membangun system IT yang mendukung jalannya KPK, ICW, dan sektor pemerintahan lainnya. Selain KBRI, Hackathon Merdeka 3.0 Korea melibatkan beberapa elemen WNI yang ada di Korea seperti, Universitas Terbuka Korea dan PERPIKA.

Hackathon3.0-00

Pak Didik (kanan) bersama Ketua Panitia Hackathon Merdeka 3.0 Korea (jaket biru) serta sebagian panitia dan peserta


MC Nadea Nabilla memandu acara

MC Nadea Nabilla memandu acara

Hackaton Merdeka 3.0 Korea di awali dengan sambutan dari Ketua Panitia, yaitu Aulia Khamas Heikhmakhtiar, mahasiswa Kumoh National Institute of Technology. Selanjutnya Bapak Didik Pujianto sebagai perwakilan dari KBRI Seoul menyampaikan sambutan sekaligus memberikan semangat kepada WNI untuk senantiasa berkontribusi untuk Indonesia. Acara yang dipandu oleh MC Nadea Nabilla, mahasiswi Kumoh National Institute of Technology, berlangsung sangat meriah.

Seminar Cyber Crime

Seminar Cyber Crime


Taufiq mempresentasikan aplikasi KEEPO PEMERINTAH

Taufiq mempresentasikan aplikasi KEEPO PEMERINTAH

Sesi pertama Hackathon Merdeka 3.0 ini diawali seminar Cyber Crime oleh Bayu Gandeva Satrya (mahasiswa Kumoh National Institute of Technology, dosen Telkom University). Peserta terlihat sangat antusias bertanya akan banyak hal terkait internet security. Sesi selanjutnya merupakan presentasi aplikasi yang dirancang oleh peserta Hackathon Korea, yaitu Taufiq Syahrir. Rafinno Aulya, Ahmad Wisnu, dan Vandha Pra Wid. Mereka mendemonstrasikan aplikasi KEEPO PEMERINTAH yang berfungsi untuk memudahkan masyarkat melapor ke pemerintah. Aplikasi ini juga memudahkan masyarakat untuk melihat kinerja pemerintah. Melalui aplikasi ini, masyarakat juga dapat memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintah. Sesi terakhir ditutup oleh Seminar Internet of Things yang disampaikan oleh Gde Dharma Nugraha (mahasiswa Chonnam National University, dosen UI). “Saya takjub akan semangat para pemuda Indonesia khususnya yang berada jauh dari Indonesia tapi mereka tetap peduli dan meluangkan waktunya untuk ngoding sama-sama dan merealisasikan ide-ide kreatif dalam rangka memberantas korupsi sehingga negara kita lebih maju lagi. Harapan saya semoga semakin banyak kegiatan-kegiatan positif seperti ini dan semakin banyak warga Indonesia yang melek coding agar bangsa kita bisa terdepan dalam bidang IT,” ujar Aulia setelah terselenggaranya Hackathon Merdeka 3.0 Korea Selatan.

Seminar Internet of Things

Seminar Internet of Things


Foto bersama peserta dan panita Hackathon Merdeka 3.0 Korea

Foto bersama peserta dan panita Hackathon Merdeka 3.0 Korea

(PERPIKA/PERS)

*Kamu memiliki liputan acara di kota atau universitas kamu? Kirimkan tulisan kamu ke contact@perpika.kr dengan subject: PERPIKA Citizen Journalism