Diaspora UT Korea Membangun Jiwa Wirausaha Muda Mandiri Di Korea

Oleh: Aris Budianto, Tim PDC UT Korea*

seminar-wirausaha-ut-2015-1

Minggu, 29 November 2015 bertempat di Masjid Sirothol Mustaqim, Ansan, Korea Selatan, sebuah terobosan dan sebuah euforia baru akan sebuah seminar kewirausahaan dilakukan oleh UT Korea. Acara seminar kewirausahaan ini terbentuk atas kerja sama BEM Kousa satu (wilayah utara) dan dua ada (wilayah selatan) bersama PKPU Korea Selatan dan dibantu oleh tim PDC, sedangkan PO (Project Officer) di utara adalah Mas Eko Siswono pengurus BEM dan juga mahasiswa UT Korea. Ternyata inovasi dan terobosan yang bagus tersebut mendapat sambutan hangat oleh WNI di Korea selatan sehingga peserta yang hadir begitu banyak kurang lebih ada sekitar 200 orang terdiri dari mahasiswa UT Korea dan WNI. Awalnya hanya menggunakan satu ruangan tetapi satu ruangan tidak cukup sehingga panitia menyiapkan ruangan kedua untuk menampung peserta yang baru datang. Semua yang hadir sangat senang, terlihat dari keceriaan dan kegembiraan yang penulis lihat.

seminar-wirausaha-ut-2015-2

Dalam acara tersebut, punggawa dari UT Korea seperti Rektor UT Korea, Ketua BEM, Humas UT Korea dan Tim PDC (Personal Development Centre) juga turut hadir meramaikan. Sambutan-sambutan yang diberikan sangat membangun. Melihat karakter peserta yang berbeda membuat kita memiliki satu misi yang sama yaitu ingin membangun mental atau menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang nantinya dengan setelah menghadiri seminar tersebut, ilmu yang di dapat tidak hanya di simpan tetapi di aplikasikan ketika pulang ke kampung halaman.

seminar-wirausaha-ut-2015-3

Seminar kewirausahaan tersebut mengundang seorang mentor yang hebat di bidang bisnis tidak hanya itu saja beliau juga leader di JPMI (Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia) yang sudah sukses dengan usahanya sehingga beliau sangat di rekomendasikan menjadi narasumber di acara seminar tersebut. Beliau adalah Bapak Ustadz Valentino Dinsi S. E., M. M., MBA. Dengan hadirnya beliau, audiens tertarik untuk menyimak materi seminar kewirausahaan yang di sampaikan oleh beliau. Beliau juga penulis ratusan buku best seller. Buku-buku yang beliau tulis juga dibagikan secara gratis melalui pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh moderator kepada peserta yang hadir. Doorprize dari sponsor juga turut memeriahkan acara tersebut.

seminar-wirausaha-ut-2015-4

Antusiasme peserta semakin meningkat ketika materi-materi ini disampaikan. Materi yang di sampaikan pada seminar tersebut merupakan teori dan gambaran masa depan yang belum kita ketahui serta bagaimana kita merencanakannya agar hidup kita ada tujuannya. Tips dan trik materi tersebut terbagi menjadi tiga:

1. Career and Life (Karir dan Kehidupan), Enterpreuner and Investment (Pengusaha dan Investasi)

Penyampaian ini adalah sebuah penekanan bahwa sesungguhnya karir itu sangat penting sehingga terkait bahkan terikat dengan kehidupan yang kita jalani sekarang. Yang patut kita ketahui bersama, beliau di usianya yang baru 8 tahun sudah membuat sebuah jurnal pribadi dari umur berapa sampai berapa beliau akan sukses, sehingga yang dilakukan adalah mempelajari dan memiliki tujuan berkarir bahkan impiannya hampir semuanya terwujud dan capaian karirnya sangat bagus.

Selanjutnya tentang pengusaha dan investasi. Keduanya juga terhubung karena pengusaha sekalipun tanpa punya modal dan investasi cukup tidak akan tebentuk usahanya. Perlunya investasi adalah persiapan modal usaha, bahkan kita perlu investor dari manapun seperti koperasi, perusahaan bahkan seorang investor yang mau membiayai usaha kita. Seseorang perlu membentuk karakternya agar dapat menyiapkan tujuan yang jelas. Tidak semua ditakdirkan menjadi pengusaha tapi semua bisa dibentuk asal memiliki keinginan dan usaha yang keras. Peluang bisnis adalah proses belajar. Beliau juga memberikan gambaran bahwa tinggal di negara orang tepatnya luar negeri seharusnya jeli dengan peluang yang ada karena sesungguhnya pengalaman yang didapat juga modal kita membangun jiwa wirausaha.

2. Profit (Untung) dan Loss (Rugi)

Pengusaha manapun akan sangat paham sekali dengan untung dan rugi. Tetapi jangan khawatir karena yang disampaikan adalah bukan keuntungan berupa materi saja. Jika kita memiliki usaha dan berkembang baik dengan omzet yang besar maka keuntungan dan kerugian yang kita dapat, dapat sesuai dengan apa yang kita inginkan, misalnya:

Untung : Bisa menghajikan orang tua,membelikan rumah dan bisa membuat yayasan, bahkan memberikan kebahagiaan terhadap keluarga.

Rugi : Orang tua dan keluarga akan sengsara

3. Membuat Langkah-langkah Strategis

Mengapa langkah ini perlu dibuat? Jadi seseorang yang memiliki tujuan yang jelas dalam mempersiapkan masa depan setidaknya punya empat lembar tulisan sebagai pengingat (reminder) apa yang akan dicapai dan menjadi keinginan di masa depan.

Kurang lebih isinya seperti ini:

* Lembar pertama : Saya unik tidak ada yang seperti saya.

* Lembar kedua : Profil ( Tempel foto selanjutnya buat tulisan begini ; Saya….tahun…Dari hari ini, tepatnya, tanggal….bulan….tahun…..Saya akan menjadi………). Begitulah lembar kedua menjadi sangat penting karena ini merupakan profil diri kita.

* Lembar ketiga : Tentukan siapa model kita. Bisa mentor bisnis, motivator, artis idola, sehingga model kita akan menentukan strategi langkah kita.

* Lembar keempat : Carilah guru ekspert, spriritual dan kehidupan (Menjadikan orang-orang ini sebagai guru/mentor/coach bagi kehidupan kita).

Setelah mempelajari langkah tadi, kita juga perlu tahu bahwa dasar membuat ide usaha adalah ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi). Setelah mengetahui, kita perlu juga menyederhanakan bisnis bahwa ketika memulai usaha kita juga perlu belajar dan lagi-lagi kita belajar juga harus (positive thinking). Mulai dari aktifitas sehari-hari yaitu fokus dan bangun lebih awal, kemudian sikap rendah diri harus kita miliki.

Beliau juga memberikan 3 prinsip utama yang perlu diperhatikan dalam berbisnis:

  1. Produk dan jasa yang DIBUTUHKAN
  2. Jual dan promosikan secara MASIF AGRESIF
  3. Belajarlah mengelola KEUANGAN

Pemateri tadi merupakan gambaran proses, langkah dan strategi kesuksesan yang dilakukan oleh Bapak Ustadz Valentino Dinsi. Mari coba kita terapkan dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari kemudian tentukan tujuan yang kita ingin capai. Jika kita memiliki jiwa enterpreneurship, materi tadi tentu bisa menjadi acuan dan dapat bermanfaat untuk memulai langkah awal. Ada ungkapan menarik, “Jangan hanya hobi seminar tetapi bisnis itu juga harus dilakukan!”

“Banyak kesempatan yang diberikan tapi jarang yang mau mengambil peluang tersebut.”

*Penulis adalah mahasiswa UT Korea, dapat dihubungi melalui e-mail budiantoaris9@gmail.com dan HP +8210-5950-8595.

Kamu memiliki liputan acara di kota atau universitas kamu? Kirimkan tulisan kamu ke contact@perpika.kr dengan subject: PERPIKA Citizen Journalism