Cerita suka-duka jadi mahasiswa

PERPIKA “KOREAN AUTUMN PHOTO COMPETITION 2017”

Ketentuan:
1. Follow IG Perpika
2. Upload foto tema autumn bisa we fi atau selfi di Korea dan tag IG @perpika dan gunakan hashtag #AutumnPhotoCompetitionPERPIKA dan #PERPIKACERIA
3. Untuk mahasiswa atau yg lagi tinggal di Korea
4. Photo boleh reupload dari photo yg sudah diposting sebelumnya maksimal postingan bulan Oktober 2017 dengan tambahan hashtag dan mention IG PERPIKA.

Dapatkan hadiah menarik dari Perpika untuk 2 orang pemenang.

Street Style di Seoul Fashion Week

Batik merupakan salah satu ciri khas dalam budaya Indonesia. Seringkali Batik dikenakan saat perayaan hari-hari nasional di Indonesia, ataupun dalam menghadiri acara pernikahan. Tidak heran jika Batik menjadi sangat terkenal di kalangan masyarakat Indonesia dan juga di mancanegara.

 

Kali ini Batik pun muncul dalam pekan Seoul Fashion Week yang di selenggarakan di Dongdaemun Design Plaza, Seoul, Korea Selatan. Menariknya, batik pun menyita banyak perhatian masrayakat Korea Selatan, khususnya para fotografer yang berjejeran mengabadikan street style di Seoul Fashion Week pada 17 Oktober 2017 silam. Dan yang sangat membanggakan, sebuah majalah fashion terkenal yakni Vogue Prancis mengunggah beberapa foto batik di laman websitenya.

 

Siapakah yang mengenakan Batik tersebut?

 

Dua orang ini adalah Tommy Phang dan Larasati Sekar yang merupakan warga asli Indonesia. Tommy dan Laras merupakan mahasiswa jurusan bisnis di salah satu perguruan tinggi swasta di Seoul, Korea Selatan. Mereka memang sangat menyukai Fashion sejak berada di Seoul. Seoul Fashion Week bagi mereka merupakan wadah untuk mereka membuktikan diri di kancah Internasional. Mengenakan Batik di pekan Seoul Fashion Week menurut mereka adalah keputusan yang tepat untuk mencuri perhatian masyarakat Seoul yang dominan dengan hal hal nyentrik dan unik.

 

 

Photo by @byplanky

 

Tommy phang mengenakan topi hitam dan setelan Batik berwarna kuning di padu dengan kemeja hitam didalamnya dan juga celana jeans. Serta penghias mewah tas dan sepatu dari Louis Vuitton.

 

 

Photo by @byplanky

 

Larasati Sekar mengenakan Dress batik berwarna biru dipadukan dengan belt perak dan heels hitamnya. Serta Topi ayam jago yang sangat menunjukan ciri khas Indonesia.

 

 

Nama penulis : Tommy Phang, jurusan Bisnis. Dongguk University

Diskusi Sastra Bersama Taufiq Ismail

Pada hari Sabtu, 21 Oktober 2017, telah diadakan diskusi sastra antara Taufiq Ismail dan PERPIKA. Acara tersebut diselenggarakan di KBRI Seoul, tepatnya pada pukul 13.30 hingga 15.30. Teman-teman pasti sudah sangat familiar dengan nama Taufiq Ismail, karena banyak puisi beliau yang harus kita pelajari semasa kita berada di jenjang SD, SMP ataupun SMA. Acara dibuka dengan sambutan oleh Ketua PERPIKA, Aldias Bahatmaka, yang kemudian langsung dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh MC dengan Taufiq Ismail sendiri sebagai narasumber acara tersebut.

Cukup banyak hal yang disampaikan oleh Taufiq, semisal keprihatinan beliau akan rendahnya minat baca yang dimiliki oleh para siswa Indonesia, yang tidak lain dan tidak bukan disebabkan oleh perhatian dari pihak sekolah yang cukup minim untuk masalah membaca tersebut. Beliau membuat perbandingan dengan negara-negara maju, yang rata-rata mewajibkan siswa sekolah untuk membaca lebih dari 20 karya sastra di negara masing-masing, sementara di negara kita tidak ada kewajiban membaca karya sastra seperti itu. Walaupun ada, hanya sebatas membaca rangkuman dari karya sastra yang ada. Beliau juga menghimbau para peserta di acara tersebut untuk menggiatkan diri menulis, apapun kesibukannya. Meskipun mungkin penulisan yang dilakukan agak tersendat di tengah, sebaiknya penulisan tersebut disimpan terlebih dahulu dan kemudian dilanjutkan lagi jika ada lowong.

Setelahnya, acara ditutup dengan pembacaan puisi berjudul “Panmunjeom” oleh Taufiq Ismail, yang beliau buat pada saat beliau berada di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan 47 tahun silam. Tema puisi yang dibacakan tersebut adalah perasaan beliau saat menyaksikan ketegangan kedua negara tersebut, yang terasa sangat intens di perbatasan tersebut. Terakhir, diadakan sesi foto bersama dan acara resmi selesai. Cukup banyak hikmah yang bisa dipetik dari diskusi tersebut, antara lain bahwa jendela dunia adalah dengan menulis dan kita dapat berpengaruh terhadap dunia lewat tulisan yang kita akan publikasikan.

 

Penulis: Bivan Alzacky
Harmanto, Mahasiswa KAIST, School of Computing.

Photographer: Prita Meilanitasari, Mahasisa S3 PKNU, Busan.

Mahasiswa Korea Pun Terpukau Mendengar Puisi Taufiq Ismail

Senin, 23 Oktober 2017. Di penghujung Oktober yang sejuk, Taufiq Ismail mengunjungi Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) untuk menyampaikan ceramah mengenai ‘Cinta Tanah Air dalam Puisi dan Lirik Lagu Indonesia’. Ceramah dijadwalkan mulai pukul 18.00 dan sejak 30 menit sebelumnya, kursi-kursi mulai diisi oleh para pendengar yang sebagian besar merupakan mahasiswa jurusan Bahasa Melayu-Indonesia. Taufiq Ismail datang tepat waktu pada pukul 18.00 didampingi oleh Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi, beserta dosen-dosen HUFS dan beberapa pegawai KBRI.

 

Acara dibuka pada pukul 18.10 dengan kata sambutan dari kepala jurusan Bahasa Melayu-Indonesia HUFS, dosen HUFS, serta duta besar. Selain pembahasan mengenai kerja sama antara Korea dan Indonesia yang sudah berlangsung baik selama puluhan tahun, ada pula penyerahan buku kumpulan puisi Debu di Atas Debu oleh Taufiq Ismail kepada perwakilan dosen HUFS. Buku kumpulan puisi ini telah diterbitkan dalam bentuk dwibahasa Indonesia-Korea oleh penerbit Horison dengan penerjemah Bahasa Korea Lee Yeon.

 

Taufiq Ismail membuka ceramahnya dengan menjelaskan betapa pedihnya zaman penjajahan Belanda selama 350 tahun dan betapa banyak karya sastra yang muncul di zaman itu. Beliau menyampaikan 3 puisi dan 7 lagu yang menjadi simbol cinta tanah air dan bertahan hingga saat ini. Beliau pun membacakan puisi-puisi berjudul “Indonesia Tumpah Darahku”, “Diponegoro”, dan “Pahlawan Tak Dikenal”. Setelah pembacaan puisi-puisi tersebut, beliau memperkenalkan 7 lagu patriotik lain dan memutarkannya.

 

Di akhir ceramah, Taufiq Ismail memperkenalkan buku kumpulan puisinya yang diterjemahkan oleh Lee Yeon, seorang dosen di HUFS. Beliau juga membacakan puisinya berjudul Panmunjeom yang merupakan puisi terpanjang yang ada di buku tersebut. Puisi itu ditulis berdasarkan pengalaman Taufiq mengunjungi Korea Selatan pada tahun 1970.

 

*acara ini juga diliput oleh MetroTV: http://m.metrotvnews.com/video/metro-news/MkMMlmwk-puisi-taufiq-ismail-bergema-di-negeri-ginseng

 

Margareth Theresia

Jurusan Sastra Klasik Korea, Kyung Hee University

[layerslider id=”6″]

CAN’T BELIEVE WE ARE 2 WEEKS AWAY FROM KNOCK KNOCK INDONESIA 2017

Time flies so fast! are you as excited as we are? Save The date, so you won’t missed our Fascinating performances!! For those who don’t know what KKI is, let’s reminisce the old times as we explore the wonders of Indonesia’s rich histories.

#KKI2017

Perpika Berbagi Ceria

 

Halo teman-teman Perpika ^^

Kali ini PERPIKA CERIA 17/18 ingin mengundang siapa saja warga Indonesia yang berada di Korea untuk berbagi cerita tentang berkehidupan di Korea Selatan ini. Kegiatannya bisa mencakup review foods, travels, shopping, and scenery. Bagi teman-teman yang ingin ceritanya diliput dan di publish di website perpika, silahkan submit

  1. Nama,
  2. Status (Pelajar s1/s2/s3 dan nama universitas, atau pekerja),
  3. artikel yang dilampirkan di microsoft word,
  4. dan juga gambar

ke alamat email: contact@perpika.kr

Bagi teman-teman yang artikel nya terpilih, kita akan tampilkan pada website, dan juga social media perpika!

TERIMA KASIH PERPIKA 2016/2017

Alhamdulillah atas izin Allah SWT kami segenap Kepengurusan PERPIKA 2016/2017 dapat menyelesaikan tugas dan amanah dengan baik. Selama setahun terakhir ini tentunya sangat berkesan terutama bagi saya pribadi dimana telah dilalui suka duka serta banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil setelahnya. Kebersamaan dan saling tolong menolong didalam Kepengurusan kali ini pun menambah manis perjalanan selama setahun terakhir ini. Tanpa kehadiran teman-teman, Semoga keluarga besar Kepengurusan PERPIKA 2016/2017 dapat terus berlanjut dan membawa manfaat yang luas…Aamiiin…

Dan kami juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk beberapa Pengurus yang meraih penghargaan pada PERPIKA Awards 2017, sebagai berikut: the most contributed member dari Divisi Hubungan Luar dan Alumni Alira Vania Putri Dwipayana, dari Divisi Seni Budaya dan Olahraga Aryo D Pamungkas, Divisi Sosial dan Kewirausahaan Siti Fatimah, Divisi Akamedik, Riset dan Kajian Strategis Aeny Nur’aeni, Divisi Komunikasi, Informasi dan Media Fery Andrian, Divisi Pengembangan Sumber Daya dan Advokasi Iis Septiana. Juga selamat atas kesuksesan Perpikalimpic sebagai event terfavorit PERPIKA tahun ini, yang dipimpin oleh Aryo D Pamungkas. Dan sukses selalu untuk Alif Akbar Pranata atas terpilihnya Divisi Seni Budaya dan Olahraga sebagai Divisi Favorit. Perjuangan dan dedikasi teman-teman sangat luar biasa dan membawa manfaat yang baik serta semoga dapat menginspirasi teman-teman lainnya….

Selanjutnya, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kami atas berlangsungnya Kongres PERPIKA 2017 di Pukyong National University, Busan pada 16 September 2017. Pada Kongres tersebut, kami telah sampaikan laporan pertanggung jawaban kami kepada Kongres dan telah diterima dengan baik, Alhamdulillah. Namun demikian, dalam kesempatan ini juga kami memohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya apabila selama setahun terakhir ini ada ucapan maupun perilaku kami yang kurang berkenan. Semoga dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Kami juga ingin mengucapkan selamat dan sukses kepada Presiden Perpika 2017/2018 terpilih, Aldias Bahatmaka Sang Juara, serta Lurah Terpilih, Muhammad Ridwan Dzikrurrokhim, Bivan Alzacky Harmanto, dan Dimas Harris. Kami akan selalu mendukung dan mendoakan teman-teman untuk meneruskan perjuangan di PERPIKA agar menjadi lebih baik lagi. Dengan ini, kami juga menyerahkan kepada Presiden Aldias Bahatmaka Sang Juara beserta tim untuk dapat melanjutkan memandu keberlangsungan grup FB PERPIKA ini.

Sebagai penutup, kami berharap agar warga PERPIKA semakin akrab dan solid sehingga kita semua dapat turut memberi sumbangsih kita kepada negara tercinta, Indonesia.

Salam Perpika Cita Kita,
Keluarga Besar Pengurus PERPIKA 2016-2017

 

Tax Refund 2017

Silahkan download dokumen berikut untuk membuat deklarasi tax refund 2017 di hometax.go.kr. Teman-teman yang mengalami kesulitan untuk login menggunakan sertifikat bank, dapat mencoba login menggunakan nomor handphone yang dimiliki.

Untuk mendownload, klik tombol  pada bagian kanan atas PDF viewer di bawah ini. Setelah muncul tab baru, klik tombol  pada bagian kanan atas.

 

Delegasi PERPIKA di Simposium Asia Oseania 2017 di Taipei

Bertepatan dengan Simposium PPI Taiwan di Taipei (23-25 Maret 2017), diselenggarakan Simposium Asia Oseania 2017 oleh PPI Taiwan. Simposium yang merupakan agenda tahunan dari PPI kawasan Asia Oseania ini turut dihadiri oleh perwakilan mahasiswa Indonesia dari 8 negara, diantaranya Read more

PKPU SALURKAN 50 PAKET SEKOLAH DAN KEGIATAN TRAUMA HEALING DARI PERPIKA

RESPON PASCA BANJIR DI INHU (INDRAGIRI HULU) RIAU, PKPU SALURKAN 50 PAKET SEKOLAH DAN KEGIATAN TRAUMA HEALING DARI PERPIKA

Rabu/15 Maret 2017 PKPU Human Initiative melakukan aksi emergency respon pasca pemulihan banjir Riau di Desa Polak Pisang Kec. Kelayang Kab. Indragiri Hulu Riau. Program ini merupakan lanjutan aksi Pasca Banjir Riau yang sebelumnya dilaksanakan di Kab. Kuansing. Kabupaten selanjutnya adalah di Kabupaten Indragiri Hulu tepatnya di Desa Polak Pisang merupakan salah satu desa yang terkena dampak banjir akibat curah hujan tinggi yang melanda desa. Menurut Pak Hari, selaku Sekdes dan Ketua Karang taruna Desa Polak pisang, bencana banjir pada 7 Maret 2017 menyebabkan sekolah SDN 008 terendam banjir selain itu akses menuju sekolah yang terputus terendam banjir hingga 2 m. Disekolah ini terdapat 3 ruang kelas yang terendam banjir dengan ketinggian 30-50 cm setinggi lutut. Dan baru mulai senin (13 Maret 2017) kemarin, anak-anak memulai aktivitas pembelajaran. Kondisi sekolah bangunan permanen, namun belum memiliki MCK. Saat banjir terjadi, akses menuju jalan sulit dan tidak bisa dilalui. Kondisi jalan menuju sekolah terputus. Apalagi dengan kondisi jalan yang masih tanah dan belum beraspal.

Sebagai info tambahan lokasi eksekusi adalah lokasi terdampak banjir di riau beberapa pekan lalu dan sekolah tsb merupakan salah satu penerima manfaat benah sekolah PKPU.

Dalam hal ini tim PKPU-HI menyalurkan 50 paket bantuan SEJUTA (Semarak Kejutan Perlengkapan Sekolah) yang terdiri dari 50 Paket tas sekolah dan perlengkapan alat tulis sekolah. Paket ini disalurkan di SDN 008 Polak Pisang yang peserta penerima manfaatnya terdiri dari siswa/I SDN 008 Polak Pisang dan siswa/I SDN 020 Muara Danau Desa Polak Pisang Kec. Kelayang. Kegiatan ini dimulai pada pukul 9 pagi diisi dengan kegiatan Trauma Healing di halaman sekolah, games ice breaking juga senam penguin bersama siswa, relawan dan guru. Senam penguin merupakan senam yang baru bagi mereka, sehingga kegiatan berlangsung heboh dan ceria. Setelah kegiatan Trauma Healing dilanjutkan dengan pembukaan diisi dengan kata sambutan dari Riska, selalu perwakilan PKPU, Pak Hari selaku Sekdes dan Ketua Karang Taruna dan Kepala Sekolah SDN 008 Polak pisang dan Kepala sekolah SDN 020 Muara Danau, Ibu Farida dan Ibu Eva, dilanjutkan dengan simbolisasi penyerahan school kit kepada 5 orang perwakilan anak. Kegiatan ini disambut hangat oleh guru-guru dan kepala sekolah.

Tim PKPU-HI juga melakukan aksi Class Leader untuk membangun motivasi siswa/I sekolah untuk terus semangat mengejar cita-cita. Kegiatan dilakukan dengan pemberian educative games di halaman sekolah. Anak-anak sangat antusias dengan permainan kapal-kapal, domikado, fire help dan tangtang buku dan dilanjutkan dengan kegiatan mendongeng kisah dongeng nusantara si malin kundang menggunakan metode improvisasi si juru dongeng dan dongeng timmy dan yimmy dari rusia dengan menggunakan boneka tangan dari kaus kaki.  Diharapkan melalui metode mendongeng dapat ditanamkan konsep budi pekerti dan moral yang terselip dalam cerita dongeng itu sendiri.

“Terima Kasih kepada PKPU dan pelajar Indonesia yang ada di Korea Selatan (PERPIKA red) yang telah memberikan bantuan paket SEJUTA disekolah kami, apalagi dengan adanya program Class Leader Motivasi. Anak-anak disini pasti sangat antusias karena anak-anak kami tinggal jauh di pelosok desa di dalam dusun pula, jadi sangat membutuhkan pencerahan dan semangat dengan permainan edukatif games seperti ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk sekolah kami.“ Ucap bu Farida kepala sekolah.

Kegiatan ini diakhiri dengan memberikan paket SEJUTA (Semarak Kejutan Perlengkapan Sekolah) kepada seluruh siswa/I SD tersebut. Tim PKPU-HI mengucapkan terima kasih banyak kepada PERPIKA selaku donatur Program ini. [PKPU Pekanbaru]