Informasi tentang kehidupan Pelajar Indonesia di Korea

Panduan Part Time/Arbait Korea Selatan 2017-2018

Halo teman-teman semua!

Kali ini kita ingin membagikan prosedural formal terkait tentang magang secara legal di Korea Selatan! Mohon diperhatikan karena ini merupakan hal yang sangat penting bagi teman-teman pelajar yang memang sambil magang/arbait.

File Berikut dapat dibaca dan diunduh:

Berikut adalah surat konfirmasi kampus:

Buku panduan ini berupa file PDF yang dapat teman-teman unduh dengan cara klik tanda panah di bagian kanan atas bingkai PDF.

Semoga bermanfaat ^_^

E-BOOK PERPIKA CERIA 2017/2018

Buku panduan ini berupa file PDF yang dapat teman-teman unduh dengan cara klik tanda panah di bagian kanan atas bingkai PDF.

Semoga bermanfaat ^_^

TALK SHOW PCIM KORSEL DAN PERPIKA Berburu Beasiswa dan Sukses Kuliah di Korea Selatan

Anyeonghaseyo teman-teman semua, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Korsel bekerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan (PERPIKA) mempersembahkan Talk Show ” Tips Lengkap : Berburu Beasiswa dan Sukses Kuliah di Korea Selatan ” yang insya Allah akan diselenggarakan pada :

Ahad, 19 November 2017
Jam 20.00 WKS – Selesai (18.00 WIB – Selesai)
Talkshow melalui Live dari Fanpage kami https://www.facebook.com/MuhammadiyahKorea (Silahkan like dan stay tune pada saat Talk Show berlangsung)

Pembicara :
(1) Aldias Bahatmaka
Presiden PERPIKA 2017/2018
Beasiswa Brain Korea di Program PhD Marine Design convergence di Pukyong National University, Busan.

(2) Muhammad Farras
Beasiswa Korean Government Scholarship Program (KGSP) di Program Sarjana Civil Arvhitectural and Enviromental Engineering di Korea University, Seoul.

Talkshow akan dipandu oleh moderator :
Muhammad Ridwan Dzikrurrokhim
Sekretaris PCIM Korsel
Beasiswa KGSP di Program Sarjana Earth and Environmental Science di Seoul National Unversity

Buat teman-teman yang ingin mendapatkan beasiswa ke Korea silahkan simak talkshow tentang beasiswanya, buat yang akan atau sedang berkuliah di sini jangan lupa simak tips sukses kuliahnya. Jangan sampai lupa ya, sampai jumpa weekend ini.

PERPIKA “KOREAN AUTUMN PHOTO COMPETITION 2017”

Ketentuan:
1. Follow IG Perpika
2. Upload foto tema autumn bisa we fi atau selfi di Korea dan tag IG @perpika dan gunakan hashtag #AutumnPhotoCompetitionPERPIKA dan #PERPIKACERIA
3. Untuk mahasiswa atau yg lagi tinggal di Korea
4. Photo boleh reupload dari photo yg sudah diposting sebelumnya maksimal postingan bulan Oktober 2017 dengan tambahan hashtag dan mention IG PERPIKA.

Dapatkan hadiah menarik dari Perpika untuk 2 orang pemenang.

Street Style di Seoul Fashion Week

Batik merupakan salah satu ciri khas dalam budaya Indonesia. Seringkali Batik dikenakan saat perayaan hari-hari nasional di Indonesia, ataupun dalam menghadiri acara pernikahan. Tidak heran jika Batik menjadi sangat terkenal di kalangan masyarakat Indonesia dan juga di mancanegara.

 

Kali ini Batik pun muncul dalam pekan Seoul Fashion Week yang di selenggarakan di Dongdaemun Design Plaza, Seoul, Korea Selatan. Menariknya, batik pun menyita banyak perhatian masrayakat Korea Selatan, khususnya para fotografer yang berjejeran mengabadikan street style di Seoul Fashion Week pada 17 Oktober 2017 silam. Dan yang sangat membanggakan, sebuah majalah fashion terkenal yakni Vogue Prancis mengunggah beberapa foto batik di laman websitenya.

 

Siapakah yang mengenakan Batik tersebut?

 

Dua orang ini adalah Tommy Phang dan Larasati Sekar yang merupakan warga asli Indonesia. Tommy dan Laras merupakan mahasiswa jurusan bisnis di salah satu perguruan tinggi swasta di Seoul, Korea Selatan. Mereka memang sangat menyukai Fashion sejak berada di Seoul. Seoul Fashion Week bagi mereka merupakan wadah untuk mereka membuktikan diri di kancah Internasional. Mengenakan Batik di pekan Seoul Fashion Week menurut mereka adalah keputusan yang tepat untuk mencuri perhatian masyarakat Seoul yang dominan dengan hal hal nyentrik dan unik.

 

 

Photo by @byplanky

 

Tommy phang mengenakan topi hitam dan setelan Batik berwarna kuning di padu dengan kemeja hitam didalamnya dan juga celana jeans. Serta penghias mewah tas dan sepatu dari Louis Vuitton.

 

 

Photo by @byplanky

 

Larasati Sekar mengenakan Dress batik berwarna biru dipadukan dengan belt perak dan heels hitamnya. Serta Topi ayam jago yang sangat menunjukan ciri khas Indonesia.

 

 

Nama penulis : Tommy Phang, jurusan Bisnis. Dongguk University

Diskusi Sastra Bersama Taufiq Ismail

Pada hari Sabtu, 21 Oktober 2017, telah diadakan diskusi sastra antara Taufiq Ismail dan PERPIKA. Acara tersebut diselenggarakan di KBRI Seoul, tepatnya pada pukul 13.30 hingga 15.30. Teman-teman pasti sudah sangat familiar dengan nama Taufiq Ismail, karena banyak puisi beliau yang harus kita pelajari semasa kita berada di jenjang SD, SMP ataupun SMA. Acara dibuka dengan sambutan oleh Ketua PERPIKA, Aldias Bahatmaka, yang kemudian langsung dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh MC dengan Taufiq Ismail sendiri sebagai narasumber acara tersebut.

Cukup banyak hal yang disampaikan oleh Taufiq, semisal keprihatinan beliau akan rendahnya minat baca yang dimiliki oleh para siswa Indonesia, yang tidak lain dan tidak bukan disebabkan oleh perhatian dari pihak sekolah yang cukup minim untuk masalah membaca tersebut. Beliau membuat perbandingan dengan negara-negara maju, yang rata-rata mewajibkan siswa sekolah untuk membaca lebih dari 20 karya sastra di negara masing-masing, sementara di negara kita tidak ada kewajiban membaca karya sastra seperti itu. Walaupun ada, hanya sebatas membaca rangkuman dari karya sastra yang ada. Beliau juga menghimbau para peserta di acara tersebut untuk menggiatkan diri menulis, apapun kesibukannya. Meskipun mungkin penulisan yang dilakukan agak tersendat di tengah, sebaiknya penulisan tersebut disimpan terlebih dahulu dan kemudian dilanjutkan lagi jika ada lowong.

Setelahnya, acara ditutup dengan pembacaan puisi berjudul “Panmunjeom” oleh Taufiq Ismail, yang beliau buat pada saat beliau berada di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan 47 tahun silam. Tema puisi yang dibacakan tersebut adalah perasaan beliau saat menyaksikan ketegangan kedua negara tersebut, yang terasa sangat intens di perbatasan tersebut. Terakhir, diadakan sesi foto bersama dan acara resmi selesai. Cukup banyak hikmah yang bisa dipetik dari diskusi tersebut, antara lain bahwa jendela dunia adalah dengan menulis dan kita dapat berpengaruh terhadap dunia lewat tulisan yang kita akan publikasikan.

 

Penulis: Bivan Alzacky
Harmanto, Mahasiswa KAIST, School of Computing.

Photographer: Prita Meilanitasari, Mahasisa S3 PKNU, Busan.

Mahasiswa Korea Pun Terpukau Mendengar Puisi Taufiq Ismail

Senin, 23 Oktober 2017. Di penghujung Oktober yang sejuk, Taufiq Ismail mengunjungi Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) untuk menyampaikan ceramah mengenai ‘Cinta Tanah Air dalam Puisi dan Lirik Lagu Indonesia’. Ceramah dijadwalkan mulai pukul 18.00 dan sejak 30 menit sebelumnya, kursi-kursi mulai diisi oleh para pendengar yang sebagian besar merupakan mahasiswa jurusan Bahasa Melayu-Indonesia. Taufiq Ismail datang tepat waktu pada pukul 18.00 didampingi oleh Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi, beserta dosen-dosen HUFS dan beberapa pegawai KBRI.

 

Acara dibuka pada pukul 18.10 dengan kata sambutan dari kepala jurusan Bahasa Melayu-Indonesia HUFS, dosen HUFS, serta duta besar. Selain pembahasan mengenai kerja sama antara Korea dan Indonesia yang sudah berlangsung baik selama puluhan tahun, ada pula penyerahan buku kumpulan puisi Debu di Atas Debu oleh Taufiq Ismail kepada perwakilan dosen HUFS. Buku kumpulan puisi ini telah diterbitkan dalam bentuk dwibahasa Indonesia-Korea oleh penerbit Horison dengan penerjemah Bahasa Korea Lee Yeon.

 

Taufiq Ismail membuka ceramahnya dengan menjelaskan betapa pedihnya zaman penjajahan Belanda selama 350 tahun dan betapa banyak karya sastra yang muncul di zaman itu. Beliau menyampaikan 3 puisi dan 7 lagu yang menjadi simbol cinta tanah air dan bertahan hingga saat ini. Beliau pun membacakan puisi-puisi berjudul “Indonesia Tumpah Darahku”, “Diponegoro”, dan “Pahlawan Tak Dikenal”. Setelah pembacaan puisi-puisi tersebut, beliau memperkenalkan 7 lagu patriotik lain dan memutarkannya.

 

Di akhir ceramah, Taufiq Ismail memperkenalkan buku kumpulan puisinya yang diterjemahkan oleh Lee Yeon, seorang dosen di HUFS. Beliau juga membacakan puisinya berjudul Panmunjeom yang merupakan puisi terpanjang yang ada di buku tersebut. Puisi itu ditulis berdasarkan pengalaman Taufiq mengunjungi Korea Selatan pada tahun 1970.

 

*acara ini juga diliput oleh MetroTV: http://m.metrotvnews.com/video/metro-news/MkMMlmwk-puisi-taufiq-ismail-bergema-di-negeri-ginseng

 

Margareth Theresia

Jurusan Sastra Klasik Korea, Kyung Hee University

[layerslider id=”6″]

Apply Now for HALLOWEEN PARTY !

HALLOWEEN PARTY
YGG Cultural Exchange Party for Foreign Students in Korea.

★ FREE to join, and CERTIFICATION will be given.
– WHEN? 28th of Oct. (Sat) 1~6pm
– WHERE ? Hi Seoul Youth Hostel located in Yeongdeungpo.
– HOW?
Playing games, having Halloween costume party & Global Talk with Korean students and forein students.
– HOW MUCH? FREE
– If you have any question or want to apply for this PG, contact Brooke Lee
010-6276-9511 / brookelee0104@gmail.com / Brooke Lee (Facebook) / brookelee (kakaotalk)
– How to apply ? visit the website
http://hiseoulyh.com/ko/halloweenparty/

We are YGG(Youth Goodwill Guide) from Hi Seoul Youth Hostel, we annually provide cultural exchanges program for foreign students staying in Korea. This time we are holding a cultural exchange program at Hi Seoul Youth Hostel located in Yeongdeungpo, Seoul. Participants will enjoy several programs with Korean Students. The program is for free, so come and experience HALLOWEEN PARTY!

CAN’T BELIEVE WE ARE 2 WEEKS AWAY FROM KNOCK KNOCK INDONESIA 2017

Time flies so fast! are you as excited as we are? Save The date, so you won’t missed our Fascinating performances!! For those who don’t know what KKI is, let’s reminisce the old times as we explore the wonders of Indonesia’s rich histories.

#KKI2017