Catatan Presiden PERPIKA September 2014 (Pengurus Inti Perpika Jaya)

“Ask what you can do for your country no matter where you are”

 

Sebagai awalan, masih mengintip tulisan yang sama di kubikel meja kerja saya ini. Akhirnya, kesempatan itu akhirnya datang saat ini. Yap, amanat dari anggota Perpika mendudukkan saya di posisi ini, sebagai Presiden Perpika (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Korea Selatan) untuk 1 tahun ke depan. Melalui Perpika, saya rasa tulisan ini tidak hanya menjadi pertanyaan buat saya sendiri, namun sekarang menjadi pertanyaan bagi kita bersama. Dalam menciptakan kepengurusan Perpika yang amanah, saya memerlukan beberapa pengurus inti yang lebih hebat daripada saya. Maka dari itu, dalam waktu singkat, saya mulai mencari tim kerja inti Perpika 2014-2015 (sedihnya ga ada yang mengajukan diri sendiri menjadi wakil dan menteri, haha #curcol).

 

Bermodalkan perkenalan, pertemuan, facebook, kakaotalk, skype, dan membership system Perpika untuk mencari tahu seluk beluk seluruh anggota Perpika yang potensial menjadi pemegang amanah Perpika, terpilihlah 2 wakil presiden, 2 sekretaris, 2 bendahara, dan 6 menteri yang tidak perlu lagi diragukan kualitasnya. Yuks kita bahas satu-satu siapa mereka, pemuda pemudi inspiratif untuk Perpika…

 

1. Andrew Putrayudha (University of Science and Technology, Daejeon)

Andrew memiliki niat tulus untuk menjadi calon ketua wilayah 2. Namun, ternyata menjadi ketua wilayah 2 belum menjadi jalannya. Maka, dengan segudang pengalaman organisasinya di Indonesia dan UST serta kedekatannya bersama anggota wilayah 2, Andrew siap memancarkan senyumnya di wilayah 2 sebagai wakil presiden Perpika, tentunya juga membawahi bidang Akademik, IT dan Media, dan PSDA.

 

2. Cresti Eka Fitriana (Hankuk University of Foreign Studies, Seoul)

Cresti yang pernah menjadi mawapres Universitas Diponegoro ini seakan tidak pernah berhenti untuk terlibat dalam berbagai kegiatan positif. Dengan passionnya pada organisasi, mahasiswi HUFS ini siap sebagai wakil presiden berposisi di wilayah 1 dengan membawahi bidang Sosial, Hubungan Luar dan Alumni, serta Kebudayaan dan Olahraga.

 

3. Amalia Rizki (Kyungsung University, Busan)

Berbekal pengalamannya sebagai sekretaris MIKy (Mahasiswa Indonesia Kyungsung University) dan keaktifannya dalam berbagai kegiatan Perpika. Amel siap menunjukkan bahwa sudah saatnya mahasiswa undergraduate juga bisa berkarya di kepengurusan Perpika. Amel siap menjadi Sekretaris 1 Perpika 2014-2015.

 

4. Agnes Anania (Hanyang University, Ansan)

Modal pengalaman organisasi saat kuliah, dan tim kesekretariatan CISAK 2014 menjadikan Agnes yang berdomisili di Ansan ini akan berkontribusi sebagai Sekretaris 2. Kebersamaan dalam kekeluargaan menambah kepercayaan dirinya untuk kontributif di Perpika. Bersama Amel, ia akan merapikan administrasi Perpika.

 

5. Mutiara Hikma H. (Ajou University, Suwon)

Sama halnya dengan Amel, Muti saat ini sedang menempuh S1 di Ajou University. Namun, jangan salah, di usia belia ini, Muti sudah mampu memiliki beberapa unit bisnis yang Muti bangun sebelumnya. Kemampuan mengelola uang dan mencari source pendanaan untuk organisasi seperti sudah menjadi bagian dari dirinya. Hal ini menjadikan Muti memegang amanah sebagai Bendahara 1 Perpika 2014-2015.

 

6. Johanna Lianna (Pukyong National University, Busan)

Wanita asal Cilacap yang acapkali dipanggil Joan ini sudah berulang kali menjadi bendahara dan tim dana usaha dalam berbagai organisasi dan kepanitiaan saat masih berkuliah di S1 Teknik Kimia Universitas Diponegoro. Mencari dana untuk kepentingan bersama sudah makanannya sehari-hari. Joan akan menjadi Bendahara 2 Perpika selama setahun ke depan.

 

7. Adam Febriyanto Nugraha (University of Science and Technology, Daejeon)

Belajar dan riset menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidupnya sejak Adam berkuliah di S1 Universitas Indonesia. Adam merupakan pionir FUSI FT UI di bidang keilmuan, serta merupakan salah satu penggagas gerakan UI to PIMNAS. Pada kesempatan kali ini, Adam akan mengeluarkan ide-ide briliannya bersama timnya untuk iklim akademis yang baik di Perpika. Menteri Akademis dan Riset Perpika pun sangat cocok bagi seorang Adam.

 

8. Rando Tungga Dewa (Pukyong National University, Busan)

Pemuda asal Betawi ini akan mengembangkan sumber daya anggota dengan memegang amanah sebagai Menteri PSDA. Pengalaman sebagai Kepala Departemen Kaderisasi HMM Universitas Diponegoro serta keterlibatan dalam berbagai event organizer menjadikannya Rando sebagai seorang pemimpin yang inovatif. Salah satu visi Rando bersama tim adalah mencetak pemimpin-pemimpin baru Perpika.

 

9. Ardi Imawan (Pusan National University, Busan)

Komputer dan internet menjadi makanannya sehari-hari, riset bidang IT di PNU pun Ardi tekuni saat ini. Pengalamannya sebagai pengurus IT Perpika sebelumnya dan komitmen membentuk tim IT dan Media yang solid dan kuat mendudukkan Ardi pada amanah Menteri IT dan Media. Eksistensi Perpika di Korea dan Indonesia menjadi komitmen timnya untuk Perpika.

 

10. M. Roghib Ar-Romadhoni (Yeungnam University, Gyeongsan)

Mengenal lebih dekat seorang Roghib, pancaran jiwa sosial akan sangat bisa dirasakan. Membantu sesama, orang-orang yang membutuhkan melalui satu organisasi atau institusi seakan tidak bisa lepas dari dirinya. Mantan Kepala Departemen Sosial BEM FT Universitas Indonesia ini akan memegang amanah sebagai Menteri Sosial. Bersama timnya, Roghib akan memberi manfaat untuk masyarakat Indonesia di Korea dan Indonesia.

 

11. M. Iqbal Mytaro (Pusan National University, Busan)

Pengalaman pergaulan internasional dengan berbagai institusi dan lembaga sebelumnya secara tidak langsung menjadikan Iqbal sebagai agen promosi Indonesia. Bersama timnya di Perpika 2014-2015, Iqbal akan menginisiasi bidang baru yaitu Kebudayaan dan Olahraga yang akan menjadi sarana anggota untuk eksplorasi diri sembari mempromosikan negara kita tercinta di Korea.

 

12. Elok Pratiwi (Seoul National University, Seoul)

Dokter muda lulusan UGM ini pernah sukses sebagai Ketua Panitia PERPIKALIMPIC. Kemampuan berkomunikasi yang luar biasa dengan masyarakat dari berbagai golongan menjadikannya memegang amanah sebagai Menteri Hubungan Luar dan Alumni. Inisiasi pendataan alumni untuk terbentuknya ikatan alumni pelajar Indonesia di Korea menjadi visi bersama Elok dan timnya.

 

Yap, itu sekilas cerita di balik terbentuknya tim inti kepengurusan Perpika Jaya, serta gambaran orang-orang muda dan hebat yang akan memimpin Perpika setahun ke depan. Besar harapan kami, bersama staff pengurus dan seluruh anggota Perpika kita bisa memberikan banyak manfaat bagi kemajuan Perpika dan pastinya bangsa Indonesia.

 

Salam hangat,
Gregorius Rionugroho Harvianto
Presiden Perpika 2014-2015